Historis

Berawal dari kerjasama Kemdikbud dengan UNESCO untuk membentuk suatu kelompok kerja yang diwakili oleh berbagai institusi untuk melakukan studi (mengumpulkan data/informasi) tentang berbagai prakarsa di bidang sistem belajar jarak jauh pada jenjang di bawah perguruan tinggi di berbagai kementerian (lintas sektoral) pada tahun 1991.

Hasil Studi

– Sistem belajar jarak jauh yang bersifat lintas sektoral di Indonesia masih berada pada tahap awal pengembangan,

– Sebelas lembaga telah mengelola program pendidikan/ pelatihan melalui penerapan sistem belajar jarak jauh.

– Masing-masing lembaga menyelenggarakan  sendiri-sendiri kegiatannya,  baik tentang pengadaan fasilitas,  pengembangan SDM dan bahan-bahan belajar maupun pengadaan tenaga ahli.

Tindak lanjut hasil studi

– Adanya kesamaan pemikiran, kepedulian, dan kepentingan untuk pengembangan/ peningkatan kemampuan kelembagaan (institutional capability development) secara berkelanjutan agar terjadi optimalisasi sumber daya yang dimiliki masing-masing lembaga.

– Disepakati pembentukan sebuah jaringan yang menjadi wahana pengembangan pendidikan dan/ atau pelatihan jarak jauh di Indonesia, yaitu yang dikenal IDLN pada tahun 1993.

– Dengan terbentuknya jaringan,  disusunanlah Anggaran Dasar (AD) dan  Anggaran Rumah Tangga (ART) IDLN oleh kelima pemrakarsa/ penggagas pembentukan IDLN.

– Pada tahap awal, tahun 1993,  hanya ada 5 lembaga yang bergabung ke dalam Kelompok Kerja IDLN, yaitu: (a) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (diwakili Pustekkom), (b) Kementerian Agama (diwakili Pusdiklatpeg), (c) Kementerian Kesehatan (diwakili Pusdiklatpeg), (d) Kementerian Tenaga Kerja (diwakili Pusdiklatpeg),  dan (e) Kementerian Pertanian (diwakili Pusbindiktan).